Sebuah Catatan Orang Ter-belakang



Whooaaa, Toy Story!

11:56 pm, by sigitmenulis
permalink




RRRrrrr!
Tia lagi nelepon Marboy. Mastiin buat ikut ke Symphonesia.
Tia: Boy, lo jadi ke sini kan!?
Marboy: (bla bla bla).
Tia: Oh, iya nanti kalo ke sini beliin He(r)osin dong, gue gatel-gatel banget nih mau mati.
Marboy: (bla bla bla).
Tia: HE(R)OSIIN! HE(RR)OSIN!! Aduh susah banget ngomongnya, lo aja Sit yang ngomong nih!
Shita: Yee, gue kan sama aja.
Tia: Oh, iya ya.
Huruf 'r' di dalam kurung maksudnya 'r' yang cadel.
11:50 pm, by sigitmenulis
permalink




Anjing Makan Tulang
Di studio lukis, Roti si anjing kampus masuk.
Rendy: Hus! Hus! Jangan masuk!
Mayang: Ih, kenapa? Takut?
Rendy: Engga, dia suka gigit.
Mayang: Ah, engga ah.
Rendy: Ke aku suka gigit. Soalnya kan disangka tulang.
Maneh emang kurus sih, Ren.
12:09 am, by sigitmenulis
permalink





Hot Toys Metal Gear Solid 3: Snake Eater. There is Big Boss and The Boss. Shut up and take my money! But I think I’m going to shut up because I don’t have the fucking money.

8:31 pm, by sigitmenulis
permalink




Matikan

Mentari yang sinarnya tiada

menjadikannya gelap hingga dingin menjadi biasa

Ujung jalan yang tak ditemui

sampai mana harus berjalan

tanpa henti sampai tak bisa lagi bergerak.

Hal yang akan terjadi adalah

ketika jeritan waktu mendekatimu

kau hanya bertahan menerimanya

tak mampu bicara tak mampu melawan.

Hanya menanti dan berharap

tak pernah berhenti dan kegelapan tak pernah pergi

karena tak akan kau lihat lagi mentari.

29 April 2012. Saat ini dalam kelaparan.

7:59 pm, by sigitmenulis
permalink




Finally, my own Space Ranger.

8:46 pm, by sigitmenulis
permalink




Berjalan yang Panjang

Kami sedang terlelap ketika mereka datang

malam sepekat kopi hitam yang diminum oleh anjing-anjing penganggur

apa yang membuat mereka bisa datang kemari aku tak tahu

berbeda dunia dan pelosok

alam semesta kami berbeda.

Lalu mereka mengarunginya melewati jutaan gelas kopi hitam pekat

berdansa kami di atas batu putih

hingga tengah malam pun tak ada yang peduli

kami bukan Pangeran dan Cinderella.

Segala macam bintang di angkasa berpindah ke daratan

aku tak suka mereka bergerak semaunya

salah satu di antara mereka bilang suka dan mulai bergerak semaunya

seakan dada mulai terkoyak

semakin jauh, semakin gelap, semakin semaunya

bercerai-berai isi perutnya tak kuasa menahan

segala kejadian malam dan bintang yang nomaden.

Malam terasa panjang

kopi hitam pekat para penganggur tumpah mewarnai langit

Batu putih berhenti

kami tidak berdansa

menari mengalun

penuh emosi

berirama.


Bandung, 24 April 2012. Kehidupan bagai mimpi, atau mimpi yang ternyata kehidupan.

8:36 am, by sigitmenulis
permalink




Menuju dalam Perjalanan

Kepada impianku

putih, hijau, ungu, juga biru

kemudian aku akan menjemputmu di ujung yang tiada batas.

Pergilah bersama sayap yang tidak pernah mengepak

meluncur hingga terbang dan terjatuh dengan gaya

iringi aku berkeliling dunia sepenuhnya

tanpa ada yang terlewat dan tanpa cacat

Empat buah lingkaran tak akan pernah membawakanmu sesuatu

jadikan sembilan agar terlihat banyak

saat nanti bisa menyambut langit

Menuju tak terbatas dan melampauinya.

21 April 2012. Ternyata sudah tengah malam. Impian belum diwujudkan.

12:12 am, by sigitmenulis
permalink




Sebuah Cerita Berteduh

Ke mana harus bergulir

saat perjalanan tidak sesuai yang terduga

butiran air mata yang telah menggumpal di atas awan tak terbendung

lalu jatuh ke bumi meniadakan waktu.

Atap-atap membantu menahan segala semburan yang memburu

di bawahnya terasa hangat berkumpul para manusia

di mana perlindungan saat dibutuhkan? Perlindungan yang juga dipersiapkan

agar tidak melulu menjadi sasaran hujaman kepedihan.

Lalu sirnalah kegelapan menuju terang

ribuan cahaya menyambar bagai kilat

Ke mana harus bergulir

ketika kedalaman hati tak bisa lagi tergali.

Bandung, 20 April 2012. Sekelebat muncul bagai hujan tak dikira.

11:52 pm, by sigitmenulis
permalink




Guns of the Patriots event, 2014.

12:01 am, by sigitmenulis
permalink